Reach 100 ribu tapi gak ada yang beli? Itu karena lo ngejar vanity metric. Angka yang gede di layar belum tentu nyambung ke rekening.
5 KPI yang gua track (karena nyambung ke revenue)
1. Qualified Lead per bulan
Bukan "visitor", bukan "follower". Berapa orang yang jelas butuh & bisa beli. Ini angka yang dihitung sales, bukan social media manager.
2. Response time (WA & DM)
Di stone industry, lambat balas = deal lari. Gua track rata-rata respon. Turunin dari jam ke menit = naik conversion.
3. Lead → Quotation rate
Berapa lead yang benar-benar dapat penawaran. Kalau tinggi tapi gak quote, berarti kualifikasi di awal salah.
4. Quotation → Deal rate
Ini ujung tombak. Brand dengan follow-up rapi biasanya menang di sini, bukan di awareness.
5. Cost per qualified lead
Berapa rupiah tiap lead dari ads. Kalau CPL naik tapi closing turun, stop campaign, jangan tambah budget.
Cara connect ke closing
Setiap KPI di atas punya owner & target. Gua bikin sheet sederhana: lead masuk → status → deal. Akhir bulan, lo lihat bukan "engagement naik 20%", tapi "lead naik 20%, deal naik 15%".
Vanity metric bikin lo merasa sibuk. KPI revenue bikin lo tahu apakah bisnis jalan.
