Semua artikel
WhatsApp CRM12 Juli 2026 · 9 min read

WhatsApp CRM untuk Supplier Marmer & Granit: Panduan + Workflow

Kebanyakan supplier stone punya ribuan kontak di WhatsApp tapi gak ada sistem. Ini workflow konkret yang gua pakai untuk 5 brand — segmentasi, broadcast, follow-up, sampai closing.

WhatsApp CRM untuk Supplier Marmer & Granit: Panduan + Workflow

Kebanyakan supplier marmer & granit punya ribuan kontak di WhatsApp tapi nol sistem. Chat campur aduk: inquiry, keluarga, grup arisan, broadcast promo. Pas prospek nanya "stok grey marble masih ada?", pesannya tenggelam. Besok lupa follow-up. Deal kecolongan kompetitor.

Ini workflow konkret yang gua pakai untuk 5 brand sekaligus. Bukan tools mahal — cukup WhatsApp + spreadsheet/CRM ringan + sedikit automation.

1. Segmentasi dulu, baru broadcast

Jangan kirim promo ke semua kontak. Bagi jadi: Lead baru (masuk < 7 hari), Prospek hangat (pernah nanya harga/stok), Customer lama (sudah beli), Cold (belum pernah respons). Broadcast yang relevan dapat reply rate jauh lebih tinggi daripada blast massal.

2. Template follow-up, bukan ngetik ulang

Buat 3–4 template: greeting, kirim katalog, reminder stok, dan closing. Tiap kali lead masuk, tinggal kirim template yang sesuai. Ini ngurangin kerja otak & jaga konsistensi tone antar brand.

3. Pipeline sederhana: New → Quoted → Follow-up → Deal/Cold

Tiap kontak punya status. Kalau sudah "Quoted" tapi 3 hari gak balas, auto-reminder jalan. Jangan biarkan lead mati karena lupa. Di stone industry, selisih 1 hari follow-up bisa beda Rp 20 juta.

4. Koneksi ke CRM / Google Sheets

Setiap pesan masuk dan keluar dicatat. Jadi lo tahu: berapa lead per bulan, berapa yang closed, di stage mana mereka nyangkut. Tanpa ini, "marketing" cuma feeling.

5. Eskalasi ke manusia di titik yang tepat

Bot boleh draft & jawab FAQ, tapi saat prospek sudah di tahap quotation — serahkan ke sales nyata. AI yang pura-pura tutup deal malah bikin prospect ilang.

Hasil di 5 brand: follow-up consistency naik, lead yang dulu "hilang di chat" sekarang tercatat, dan tim gak perlu ingat manual siapa harus di-chat besok.

Maunya gua bantu petain workflow buat brand lo? Klik tombol WhatsApp di kanan — gratis bedah bottleneck dulu.